[Advertisment]
  • Jelajahi

    Copyright © SIGLONEWS AHAD GROUP MEDIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Best Companies

    5 Efek Negatif Jangka Panjang Berteriak Bahkan Membentak Anak

    Abdul Hamid
    21 October 2021, 10:59 AM WIB

    [Advertise]
    free ads

    SigloNews - Anak mempunyai sisi yang sangat sensitif ketika mendengarkan ucapan orang lain. Orang tua terkadang sering membentak atau berteriak pada anak pada saat suasana hati buruk atau lagi kesal. Padahal hal itu akan berdampak negatif kepada anak hingga dewasa.
    - Anak-anak sangat sensitif ketika mereka mendengar kata-kata orang lain. Orang tua terkadang meneriaki anak-anak mereka ketika mereka sedang dalam suasana hati yang buruk atau kesal. Bahkan, akan berdampak negatif baik bagi anak-anak hingga dewasa.

    Mungkin anak benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang tua ketika mereka berteriak. Namun, justru akan membuat mereka mengabaikan apa yang dikatakan orang tua dan sulit untuk mendisiplinkan mereka. Menurut beberapa penelitian, membentak atau memarahi anak akan membuat mereka lebih agresif secara fisik dan verbal, yang akan membuat anak takut dan tidak percaya diri.

    Saat berteriak atau membentak anak dengan kata-kata kasar, hal itu dapat menyebabkan pelecehan emosional jangka panjang dan anak mungkin mengalami kecemasan dan harga diri yang rendah. Berikut adalah efek jangka panjang dari berteriak dan membentak anak:

    1. Memperburuk Perilaku Anak

    Penelitian telah menunjukkan bahwa orang tua yang berteriak atau membentak anak sering menyebabkan masalah jangka panjang. dan itu membuat anak-anak berperilaku lebih buruk.

    Terkadang orang tua akan berteriak atau membentak anak dengan niat baik agar anak ditertibkan, namun sebaliknya justru akan meningkatkan risiko kenakalan pada anak. karena mereka memperlakukannya dengan buruk dan dia akan melakukan hal yang sama.

    2. Mempengaruhi Otak Anak

    Jeritan orang tua sangat mempengaruhi kerja otak anak. Hal ini akan menyebabkan anak memproses informasi dari peristiwa negatif yang dialaminya.

    Dari sebuah penelitian yang membandingkan otak MRI orang-orang dengan riwayat pelecehan verbal orang tua dengan mereka yang tidak memiliki riwayat pelecehan, ada perbedaan fisik di bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses suara dan bahasa. orang yang dimarahi orang tuanya sering mengalami kerusakan saraf di otak.

    3. Berteriak Bisa Menyebabkan Depresi

    Anak yang dimarahi orang tuanya akan membuat anak merasa sakit hati, takut dan sedih. Selain itu, jika terjadi kekerasan verbal akan membuat anak tertekan dan anak akan mengalami gangguan psikologis dalam masa pertumbuhan hingga dewasa. Jika hal ini dibiarkan, anak-anak akan melakukan tindakan merusak diri sendiri seperti penggunaan narkoba dan peningkatan aktivitas seksual berisiko dan lainnya.

    4. Berteriak Mempengaruhi Kesehatan Fisik

    Berteriak dan membentak anak juga berdampak pada kesehatan fisik. Kekerasan verbal oleh orang tua membuat anak merasa stres dan tertekan, sehingga anak akan menjadi malas untuk melakukan berbagai hal. seperti berolahraga, makan dan kegiatan positif lainnya. Hal ini terjadi karena rasa takut yang berlebihan dalam dirinya, yang membuatnya rentan terhadap berbagai penyakit.

    5. Berteriak Bisa Menimbulkan Sakit Kronis

    Selalu sejalan dengan kesehatan fisik, jika anak terus menerus dimarahi maka akan menderita penyakit kronis yang membahayakan dirinya. Ini termasuk: radang sendi, sakit kepala parah, masalah punggung dan leher, dan nyeri kronis lainnya.

    Beberapa kejutan di atas tidak terjadi begitu saja saat bayi mengalaminya. Namun, akan berdampak jangka panjang yang akan mempengaruhi masa depan anak. Oleh karena itu, orang tua harus bisa mengontrol emosinya agar tidak membentak anaknya.

    Jika anak membuat kesalahan, cobalah untuk menemukan cara yang benar dan baik untuk mengatakan hal yang benar. Jika sudah terlanjur dilakukan, permintaan maaf akan banyak berdampak positif bagi perkembangan anak dan juga untuk menunjukkan kasih sayang.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    +