[Advertisment]
  • Jelajahi

    Copyright © SIGLONEWS AHAD GROUP MEDIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Best Companies

    Dampak Negatif Jangka Panjang Membentak atau Berteriak Pada Anak

    Abdul Hamid
    Saturday, January 30, 2021, 2:41 PM WIB

    [Advertise]
    free ads

    Siglonews - Anak mempunyai sisi yang sangat sensitif ketika mendengarkan ucapan orang lain. Orang tua terkadang sering membentak atau berteriak pada anak pada saat suasana hati buruk atau lagi kesal. Padahal hal itu akan berdampak negatif kepada anak hingga dewasa.
    Siglonews - Anak mempunyai sisi yang sangat sensitif ketika mendengarkan ucapan orang lain. Orang tua terkadang sering membentak atau berteriak pada anak pada saat suasana hati buruk atau lagi kesal. Padahal hal itu akan berdampak negatif kepada anak hingga dewasa.

    Mungkin anak memang akan mendengar apa yang dikatakan orang tua saat berteriak. Akan tetapi, sebenarnya akan menjadikan mereka mengabaikan apa yang dikatakan orang tua dan sulit untuk disiplin. Menurut beberapa penelitian, berteriak atau bentak anak akan menjadikan mereka lebih agresif secara fisik dan verbal, membuat anak takut dan merasa tidak aman.

    Jika berteriak atau membentak anak disertai kata-kata yang kasar bisa menyebabkan pelecehan emosional jangka panjang serta membuat anak mengalami kecemasan serta harga diri yang rendah. Berikut dampak jangka panjang dari membentak dan berteriak kepada anak:

    1. Membuat perilaku anak menjadi buruk

    Berdasarkan penelitian, apabila orang tua sering berteriak atau membentak anak akan membuat lebih banyak masalah dalam jangka panjang. dan justru menyebabkan anak berprilaku semakin buruk.

    Terkadang orang tua berteriak atau membentak anak bertujuan baik agar anak menjadi disiplin, Namun sebaliknya, hal itu akan meningkatkan risiko prilaku buruk anak. karena mendapatkan perlakuan kurang baik dan ia akan melakukan hal yang sama.

    2. Mempengaruhi otak anak

    Teriakan orang tua sangat mempengaruhi kerja otak anak. Hal ini akan membuat anak memproses informasi dari peristiwa negatif yang dialaminya.

    Dari suatu studi yang membandingkan MRI otak orang-orang yang mempunyai riwayat pelecehan verbal dari orang tua dengan mereka yang tak mempunyai riwayat pelecehan, terdapat perbedaan fisik dibagian otak yang bertanggung jawab memproses suara dan bahasa. orang yang sering dibentak orang tua mengalami kerusakan pada saraf otak.

    3. Berteriak bisa menyebabkan depresi

    Anak yang sering dibentak orang tua akan membuat anak jadi sakit hati, takut dan sedih. Apalagi jika ada pelecehan verbal, akan membuatnya depresi dan alami gangguan psikologis pada masa pertumbuhan hingga dewasa. Jika hal ini dibiarkan terjadi, akan membuat anak melakukan tindakan yang merusak diri sendiri seperti penggunaan narkoba dan peningkatan aktivitas seksual yang beresiko dan lain-lain.

    4. Berteriak berpengaruh pada kesehatan fisik

    Membentak dan berteriak pada anak juga berdampak pada kesehatan fisik. Pelecehan verbal yang dilakukan orang tua menyebabkan anak stres dan depresi sehingga anak akan menjadi malas melakukan berbagai hal. seperti berolahraga, makan dan aktifitas positif lainnya. Hal itu terjadi karena rasa takut yang berlebihan dalam dirinya sehingga mudah terserang berbagai penyakit.

    5. Berteriak bisa menyebabkan sakit kronis

    Masih sejalan dengan kesehatan fisik, jika anak sering dibentak secara terus-menerus akan mengalami penyakit kronis yang membahayakan dirinya. diantaranya: artritis, sakit kepala parah, punggung dan leher bermasalah dan nyeri kronis lainnya.

    Beberapa dampak di atas tidak hanya terjadi saat anak mengalaminya. Namun, akan berdampak jangka panjang yang mempengaruhi masa depan anak. Untuk itu, orang tua harus bisa mengontrol emosi agar tidak membentak anak.

    Jika anak memang melakukan kesalahan, Usahakan cari cara yang tepat dan baik untuk memberitahu hal yang benar. jika sudah terlanjur, permintaan maaf akan sangat membantu hal yang positif bagi perkembangan anak dan juga untuk menunjukkan rasa kasih sayang terhadap anak.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Lifestyle

    +